Resume Workshop “How To Be A Good And Qualified Multi-Finance Branch Manager”

A.  Marketing and Kredit in Multifinance

Marketing Plan
Pemasaran adalah proses pemberian kepuasan terhadap konsumen untuk menghasilkan profit.

Untitled1

Gambar 1. Objective marketing

Setiap perusahaan dibangun untuk mendapatkan profit, dimana profit merupakan selisih keuntungan dari seluruh pendapatan dengan pengeluaran.

Volume merupakan besar perolehaan pada saat menjual, yang mempengaruhi besaran volume adalah market share dan kualitas boking.

  1. market share, maping market bisa dilakukan melalui perluasan pasar dan kapasitas vendor atau showroom, serta produktifitas SDM atau marketing sangat menentukan besaran penjualan.
  2. Kualitas boking dapat ditentukan melaui kualitas SDM, tugas pimpinan adalah memberikan pengawasan serta training.

Kantor Cabang yang baik akan selalu mengalami pertumbuhan, dimana Pertumbuhan = Boking > Rundown

Margin merupakan suatu kentungan, dimana Profit = actual NCL < NCL yang dibebankan pada pricing.

NCL (Net Credit Loss) = WO + LOR – Recovery

Kredit
Kemampuan untuk melaksanakan suatu pinjaman dengan suatu janji dan adanya pembayaran dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Untitled2

Gambar 2. Bagan kredit

Prinsip per-kreditan :

  1. Kehati-hatian (prudent), diperlukan dalam setiap proses dan transaksi, keputusan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan. Hati-hati artinya sebelum menegmbil keputusan melakukan tindakan-tindakan presfentif dan melihat kedepan.
  2. Garbage in garbage out, fungsi filtering harus dijalankan dengan baik, agar supaya sampah-sampah tidak masuk dalam portofolio yang akan menyebabkan masalah-masalah kredit kelak.
  3. Independent, tidak dipengaruhi apapun pada waktu mengambil keputusan atau tanpa ada paksaan.
  4. Komite kredit, keputusan kredit harus dilakukan oleh sebuah komite bukan oleh perseorangan, komite kredit dapat disusun berdasarkan kebijakan kredit.

Mengelola resiko kredit:

  1. Memperlihatkan proses dimana risiko kredit diidentifikasi, diukur dan dikelola (termasuk monitoring, controlling dan comuncation)
  2. Proses yang dimaksud sifatnya cyclical dan dimulai sejak awal kredit diterima, dianalisa, persetujuan, pemantauan, dan penyelamatan.
  3. Agar proses pengelolaan risiko kredit dapat berjalan efisien diperlukan infrastruktur pendukung, yaitu: kebijkan, organisasi, system informasi dan risk modeling.

Indikator kualitas portofolio kredit:

  1. Non starter, indikator berdasarkan overdue angsuran 1-6, lihat trendnya.
  2. Indikator tarikan yang masih premature, lihat trendnya.
  3. Kasus bermunculan: atas nama, kasus gadai, kasus berkaitan dengan mediator.

Plan perbaikan kredit:

  1. Kebijakan kredit, seperti kredit skim dan persyaratan kredit yang terlalu berorientasi kepada pencapaian volume setinggi-tingginya, perlu dibarengi dengan kemampuan team dilapangan dalam mengimplementasikannya.
  2. Proses kredit, proses yang terlalu agresif harus ditunjang dengan kredit checking yang lebih teliti. Bila perlu dibuat SOP baru untuk kredit checking yang lebih banyak melibatkan fungsi cross-ceck.
  3. Pengambilan keputusan kredit, khusus untuk kredit skim tertentu, melibatkan kantor pusat atau melalui prosedur tertentu.
  4. Peran showroom, showroom merupakan peranan terpenting, namun perlu ada batasan independensi dalam mengambil keputusan kredit. Pelayan showroom perlu ditingkatkan, agar rejection tidak menimbulkan masalah.

B.  AR Management in Multifinance

AR management activites adalah rangkaian tindakan yang melibatkan kegiatan berikut:

  1. Servicing : yaitu melakukan kontak dengan konsumen (mis: cek alamat atau nomor telponya benar)
  2. Locating : mencari tahu kberadaan konsumen dan unitnya, dapatkan semua informasi yang terdapat dalam aplikasi kredit.
  3. Contacting : lebih kepada konsumen yang ingkar janji, frekuensi kunjungan lebih sering dan penekanan lebih intensif.
  4. Selling : untuk unit-unit tarikan harus dapat menjualnya kembali dengan harga pasar yang layak
  5. Legal : diperlukan jika ada kasus-kasus tertentu.

Typical segmenting AR mangement:

  1. Lancer/Current (0 hari)
  • Orientasi kepada service
  • Friendly reminder
  • Soft agency
  1. Front End (OD 1 s/d 30 hari)
  • Focus pada pembayaran
  • Tancem agency
  1. Mid Range (OD 31 s/d 90 hari)
  • Pembicaraan lebih tegas
  • Penekanan konsekuensi jika tidak membayar
  • Resiko penarikan
  1. Back End (OD 91 s/d 180 hari)
  • Black list account
  • Penagihan oleh pihak ketiga
  • Upaya hokum
  1. Recovery (WO Accounts)
  • Write Off accounts
  • Full agency

Cost Of credit (COC) = Provisioning + WO + LOR – Recovery

Provisioning merupakan biaya pencadangan yang ditentukan dari resiko tunggakan.

C.  Legal in Multifinance

Perusahaan pembiayaan adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran.

Diatur oleh : – Peraturan Presiden No 9 tahun 2009

     – Peraturan Mentri Keuangan : No.84/PMK.012/2006

Jaminan fidusia menurut UU No. 42 tahun 1999:

  1. Dibuat dengan akta notaril – Pembebanan
  2. Didaftarkan di KPF – Publisitas
  3. Diterbitkan sertifikat jaminan fidusia – Hak Eksekusi
  4. Dalam jaminan fidusi ada 3 nilai:

– Nilai pokok hutang

– Nilai objek fidusia

– Nilai penjaminan

Hak penerima jaminan fidusia:
1. Kreditor preference = hak utama untuk mendapatkan pelunasan hutang dari penjualan objek jaminan fidusia
2. Droitde suite = hak utama tersebut tetap ada meskipun obyek jaminan fidusia dialihkan.
3. Jika debitor wanprestasi PJF berhak untuk meminta, mangambil/menarik objek jaminan, bila perlu menggunakan bantuan polisi.
4. PJF dapat mempidanakan pemberi fidusia yang mengalihkan, memindahtangankan, menjaminkan ulang obyek jaminan fidusia.

Eksekusi jaminan fidusia (pasal 29 UU No. 42 tahun 1999).
1. Parate Eksekusi
2. Penjualan obyek jaminan melalui lelang
3. Penjualan di bawah tangan (tidak melalui lelang), syratnya:
– Kesepakatan pemberi dan penerima fidusia
– Pemberitahuan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
– Dilakukan 1 bulan setelah pemberitahuan tersebut
– Diumumkan dalam 2 surat kabar yang beredar di daerah yang bersangkutan.

Hasil Eksekusi :
1. Kurang : tagih kekuranganya kepada Debitor
2. Lebih : sisanya dikembalikan kepada pemberi fidusia.

Peraturan OJK nomor: 1/POJK.07/2013, Tentang perlindungan konsumen sector jasa keuangan, prinsip perlindungan:
1. Transparansi
2. Perlakuan yang adil
3. Keandalan
4. Kerahasiaan dan keamanan data/informasi konsumen
5. Penanganan pengaduan serta penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat dan biaya terjangkau.

D.  Human Resource Management (HRM) and Leadership

Manajemen sumber daya manusia adalah semua proses, program dan sistem yang terintegrasi di dalam organisasi untuk memastikan aset terbesar di dalam organisasi yaitu manusia digunakan dengan cara seefektif mungkin.

Untitled3

Gambar 3. Siklus HRM

Pembahasan tentang siklus HRM :

a. Man Power Planing

  • Perencanaan SDM umumnya dilakukan secara tahunan review 3-6 bln
  • Kita harus memeiliki perhitungan standar produktifitas SDM yang teruji
  • Kenali berpa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh karyawan yang siap bekerja
  • Gunakan data base untuk proyeksi in-out, jangan hanya felling.

b. Acquiring

Calon karyawan seperti apa yang kita cari?

  1. Tentukan job description. Cth : surveyor, kolektor, CS, teller dll
  2. Job profile harus memenuhi kriteria jobdes. Cth : Pendidikan minimum, pengetahuan dan ktrampilan, prilaku, sertifikat dan pelatihan, pengalama kerja.
  3. Sumber acquiring : dari factor internal bisa melalui promosi, rotasi/mutasi. Dari factor external melalui lowongan kerja online, iklan koran, maupun Job fair.
  4. Metode acquiring :
  • Pelajari data calon karyawan secara seksama :
    • Pendidikan dan prestasi akademis
    • Alasan pindah kerja
    • Rata-rata lama bekerja di sutu perusahaan
    • Umur dan status menikah
    • Latar belakang keluarga
    • Keterlibatan dalam organisasi
    • Kualitas hubungan dengan refrensi
  • Lakukan wawancara dengan mendalami, gerak gerik tubuh, cara menjawab, kualitas pertanyaan, kecepatan berfikir, kestabilan emosi, keteguhan berprinsip, dan tingkat inisiatif.
  • Memprediksikan kinerja masa depan berdasarkan pengalamn keberhsailan mengatasi tantangan di waktu lampau.
  • Pengecekan ke perusahaan sebelumnya harus dilakukan untuk mengetahui posisi terakhir ybs, sifat pekerjaan, alas an pindah, kinerja ybs, kekuatan dan kelemahan ybs, gaji, pernah dikenakan sanksi apa, bagaminan perilaku ybs.
  • Lakukan Pisikotes apabila diperlukan : IQ, DISC, Wartegg, MBTI.

c. Developing

Faktor- faktro development:

  1. Real job assigment mempengaruhi 60% dalam factor development yang didalamnya terdapat rotasi, mutasi, Job enrichment (pengembangan dalam bentuk kualitas), Job enlargement (pengembangan dalam bentuk kuantitas).
  2. Training mempengaruhi 20% dalam factor development, Program pelatihan dan pengembangan yang efektif dilakukan baik bagi karyawan baru maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan).
  3. Coaching mempengaruhi 20% dalam factor development, adapun 5 tahapan coaching:
  • Cari tahu : sebelum coaching dilakukan cari tahu berdasarkan data, serta waktu dan tempat yang paling tepat untuk melakukan coaching.
  • Organisir pertanyaan : pertanyaan bersifat terbuka dan menggunakan kata “bagaimana” atau “apa”, bukan “mengapa”. Pertanyaan mengarah kepada perbaikan dan perubahan.
  • Ajak berfikir: berikan coachee utnuk berfikir, jika mengalami kesulitan, berikan beberapa jawaban atau solusi.
  • Catat komitmen : coaching adalah percakapan yang transformasional, tidak ada perubahan tanpa ada komitmen.
  • Harapkan Hasil : jangan putus asa jika anda belum melihat perubahan pada diri coachee, lakukan terus coaching dan perbaiki tekniknya.

d. Maintaining

Lakukan evaluasi efektifitas progam pelatihan dan pengembangan tersebut, susunlah strategy reward framework.

e. Retaining

Merupakan cara untuk mempertahankan karyawan yang berprestasi.

Beberapa program retaining :
a. Pinjaman rumah / COP/ MOP
b. Penundaan Bonus
c. Beasiswa sekolah/kursus diluar negri
d. Rencana kepemilikan saham oleh karyawan

Leadership
Proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Seorang Pemimpin harus memiliki 5 kekuatan :
1. Integrity
2. Intellectual capacity
3. Interpersonal skill
4. Innovation spirit
5. Inspire others

E.  Finance For Non Finance Manager

Peraturan Menteri Keuangan terkait laporan keuangan perusahaan pembiayaan, perusahaan pembiayaan wajib menjaga:
1. Ratio asset produktif terhadap total asset minimum 40%
2. Ratio hutang terhadap modal (gearing ratio) maximum 10x
3. Modal sendiri perusahaan pembiayaan minimal 50% dari modal disetor
4. Modal disetor minimal Rp 100 Milyar

Ratio-ratio keuangan penting
Return on Asset : Net Income / Total Asset
Return on Equity : Net Income / Equity
Opex to Income : Opex / Pendapatan Usaha
Debt to Equity Ratio : Total Debt (hutang) / Equity
NBD/ANR : Net Bad Debt / Avg Net Receivable

Cas of Fund : biaya rill dari alternative sumber dana yang digunakan untuk menentukan harga pembiayaan, sehingga tingkat suku bunga yang diberikan kepada konsumen akan lebih tinggi dari cost of fund dikarenakan adanya margin yang diambil perusahaan.

KESIMPULAN :

  1. Meningkatkan volume penjualan dilakukan dengan perluasan pasar, strategi marketing dan diperlukanya SDM yang produktif. Relationship dan service sebagai kunci utama dalam marketing
  2. Kualitas boking ditentukan dari kualitas SDM dan kualitas mitra showroom, pemimpin harus memonitoring serta mengarahkan sesuai kebijakan/SOP perusahaan
  3. Prinsip kehati-hatian selalu digunakan dalam komite kredit, setiap mengambil keputusan harus melakukan tindakan-tindakan presfentif dan melihat kedepan
  4. Resiko kredit dapat dekendalikan dengan adanya suatu kebijakan/SOP dan kepatuhan SDM terhadap kebijakan tersebut
  5. Seorang pemimpin harus memiliki Integrity, Intellectual Capacity, Interpersonal Skill, Innovation Spirit, and Inspire Others.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s